Langsung ke konten utama

Mengenalkan Saham Kepada Si Kecil

Gimana sih mengenalkan Si Kecil tentang saham? Pasti itu ada dipikiran rekan-rekan investor maupun trader saham. Perhatikan video dari YouTube berikut:

Si Kecil Ngomong Saham

Kedua anak dalam video tersebut adalah anak - anak dari penulis. Mereka berdua begitu lancar untuk memilih saham yang ingin mereka beli. Pengen saham eskrim, pengen saham susu, pengen saham rumah. Pada video tersebut penulis membelikan saham CAMP (eskrim Campina) ULTJ (susu ultrajaya), dan ASRI (Alam Sutra Reality). Bagaimana mereka bisa mengenal dan memilih sahamnya sendiri dan bagaimana cara penulis mengenalkan mereka tentang saham? Berikut trik-triknya.

Orang Tua Menunjukkan Chart Suatu Saham

Untuk mengenalkan saham, Orang tua paling tidak harus membuka OLT ketika sedang bekerja. Anak tentu akan bertanya. "Ayah, apa itu yang gerak-gerak. Kok ada yang merah, ada yang hijau?". Jika anak sudah bertanya demikian pastilah dia akan tertarik tentang saham. Mulailah jelaskan apa itu saham dengan bahasa mereka. Tunjukkan contoh produknya. Cara yang ditunjukkan dengan cara investasi. Jangan sekali - kali dengan cara trading. Ingat itu!!!

Orang Tua Menunjukkan Produk dari Perusahaan Terbuka

Ajaklah Si Kecil ke warung atau minimarket dan tanyakan mau beli apa. Misalnya dia membeli eskrim Campina katakan "Kalo eskrim yang Adek beli ini ada sahamnya lho. Mau beli ga sahamnya? Nanti uangnya bisa buat beli eskrim lagi." atau misalnya jalan - jalan ke Tangerang katakan "Adek tau ga kalo kertas dan buku yang adek buat pesawat terbang dan yang buat belajar huruf bikinnya disana? gedekan Pabriknya" atau "Adek mau ga punya saham diperumahan ini? Ini namanya Alam Sutera. Gede kan...". Cara - cara sederhana ini yang akan membuat anak akan takjub dan tertarik tentang saham.

Orang Tua Menawari Uang Jajan/Tabungan Dibelikan Saham Apa

Seperti video di atas, Saya meanawari anak untuk memilih sendiri sahamnya. Mereka memilih karena sudah tau produk - produknya. Jika belum ditunjukkan mereka tidak akan membeli atau malah bingung. Disini peran orang tua untuk menunjukkannya. Beli saham yang mereka ingin beli, jangan diganti. Misalkan anak pengen eskrim Campina (CAMP) tetapi malah dibelikan eskrim Diamond (DMND). Itu tidak boleh dilakukan.

Sisihkan Uang Secara Rutin untuk Membeli Sahamnya dan Tunjukkan

Setiap ada kesempatan harga murah atau jadwal rutin beli saham ya beli saja sahamnya kemudian tunjukkan kalo sahamnya sudah bertambah. Anak belum mengerti tentang arti uang dan saham tapi dia senang kalo punya sahamnya. Percayalah. Semakin dini dia mengenal saham, semakin kecil biaya yang dikeluarkan akan berdampak pada semakin besar imbal hasilnya kelak. Ingat, teman investor itu waktu. Kalo investor kakap ditanya, kapan waktu yang tepat berinvestasi? mungkin jawabannya umur 1 tahun atau kurang😂

Ajak Anak untuk Melihat Produk dari Saham yang Dia Beli

Jika memungkinkan ajaklah mengunjungi tempat dimana Si Kecil punya sahamnya. Misal ke Alam Sutera. Kalo tidak bisa ke Pabrik Eskrim Campina yaa ajak ke minimarket belikan eskrimnya siapa tau ada varian baru. Percayalah itu membuat anak senang.

Ajak ke Pameran Tentang Saham

Saya pernah sekali mengajak anak - anak ke acara Sharia Investment Week 2019 di BEI. Mereka antusia dengan acaranya. Yang penting rame dan gegap gempita. Diajak muter-muter melihat stand - stand siapa tau dapat bingkisan karena sudah jadi investor.

Penulis mengenal saham pada umur 31 tahun sedangkan kedua anak penulis mengenalnya pada umur 3 dan 4 tahun. Penulis mungkin terlambat tapi jangan anak-anak kita juga terlambat seperti kita karena waktu adalah teman investor. Semakin dini mengenal akan jauh lebih besar imbal hasilnya kelak.

Sekian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Sederhana Menentukan Saham IPO Masuk Des atau Tidak. Studi Kasus Saham PT Sumber Tani Agung Resources, Tbk. (STAA)

Kenalan dengan Saham Syariah  Bagi kebanyakan investor saham syariah akan mengalami kebingungan untuk menentukan apakah saham yang akan IPO itu masuk Daftar Efek Syariah atau tidak. Cara yang umum dilakukan adalah membaca pengumuman melalui situs OJK melalui laman ini  atau membaca pengumuman di situs IDX melalui laman ini  atau menghubungi sekuritas. Kelemahan dari ketiga cara di atas adalah pengumuman apakah saham IPO tersebut biasanya ditayangkan sehari sebelum saham tersebut IPO atau beberapa jam setelah penawaran umum ditutup atau yang sering terjadi pengumuman di situs OJK muncul beberapa hari setelah saham resmi IPO tapi tanggal tayang pengumuman seminggu sebelum IPO. Penulis sendiri bingung mengapa pengumuman di situs OJK dibuat begitu. Nah, untuk mengatasinya penulis punya caranya dan biasanya hanya perlu 15 menit saja. Ini berdasarkan pengalaman penulis mengikuti e-ipo saham UNIQ bulan Maret tahun 2021 dan hanya saham KUAS yang meleset hitungannya. Sebelum memba...